MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IRISAN KERUCUT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Eko Deslan Suprapti

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran yang mempunyai implementasi yang tinggi terhadap  mata pelajaran lainnya, seperti fisika, kimia, dan ekonomi. Tetapi kenyataannya hampir sebagian besar peserta didik mengikuti pelajaran matematika dengan perasaan terpaksa, mengantuk, membosankan, dan menganggap matematika suatu hal yang menakutkan, sehingga proses pembelajaran tidak maksimal dengan hasil belajar di bawah standar kriteria kelulusan, yakni pengetahuan 66,23 = c; keterampilan 43,67 = d; dan sikap b. Dari kondisi dan suasana seperti di atas nampak bahwa motivasi untuk memahami dan keterampilan untuk menerapkan materi irisan kerucut dalam pemecahan masalah belum mencapai standar kriteria kelulusan minimum. Agar permasalahan dapat dipecahkan, maka peneliti atau guru perlu melakukan tindakan yaitu melakukan proses pembelajaran dengan model discovery learning agar dapat meningkatkan prestasi belajar irisan kerucut. Metode discovery learning adalah teori belajar yang didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila peserta didik tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan peserta didik mengorganisasi sendiri. Dalam mengaplikasikan metode discovery learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran discovery learning dalam pelajaran irisan kerucut dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas XI MIA 4 di SMAN 1 Pangkalpinang.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##